Menyedihkan-kah saya?

August 19th, 2007 by iluphjesus

Saat saya melihat pengemis tua

Di persimpangan jalan sepi

Saya bertanya pada langit

Yang tak akan pernah menjawab pertanyaan saya

“Bodoh sekali pengemis itu!

Mengapa tidak pergi ke persimpangan yang satu lagi?

Disini sedikit sekali orang berkumpul!”

Angkuh saya mengatakan tak kan dapat

Pengemis itu mendapatkan satu persen uang

Untuk dibenamkannya lewat kedua tangan

Saya menyedihkan berlutut pada tanah

Berbalut Koran bekas kritik untuk pejabat

Kaki pada pundak

Tangan pada kebenaran sepihak

Sedangkan mata pada pengemis tua

Satu Keping Air Mata

August 6th, 2007 by iluphjesus

Hari penuh warna

Kembali setelah beberapa minggu

, agak banyak hari, sangat banyak jam,

dan beribu-ribu menit bahkan berjuta-juta detik

melayang lepas di dalam sebuah pikiran yang bertepatan

dengan sebuah organ yg bernama otak

Hari penuh warna

Mengembalikan satu keping kehidupan

Bagi sebuah nyawa yang sempat terhenti

Melihat begitu luasnya mata dapat memandang

Hari penuh warna

Mencari tahu untuk sebuah hal mustahil

Yang terbayang jernih dalam ingatan

Seorang wanita kecil dengan butir-butir air mata

Menghela hidup dari kepahitan

Dengan gigi-gigi kecil yg bergetar

Melawan apa yang disebut dengan kekurangan kasih

Hari penuh warna

Melantunkan satu nada indah

Mengembalikan pada pikiran lama

Terbayang dengan sempurna

Dengan satu kepingan yang kembali

                                                Vrieda,,06.08.07

                                                18.30pm

SAMPAH

May 29th, 2007 by iluphjesus

Saya benci perlakuan orang dengan otak sehat!

Apalagi jika dia berkata ”dasar sampah kamu!”

Memang kamu tidak sampah???

Menjijikkan, memuakkan, sangat memalukan

            Saya tarik nafas dalam-dalam

            Saya hempuskan pelan-pelan

            Saya siram muka saya dengan air dingin

            Lalu tetap saja emosi itu ada di jantung hati saya

Menyeramkan sekali

Ketika sebutan itu diucapkan kepada saya

Saya diam, bergeming sedikit pun tidak

Membuat sekeliling bertanya-tanya,

Dan melirik satu sama lain

Dengan mata berbinar-binar

Seolah-olah berbahagia tanpa tahu sebab yang pasti

            Peduli, sabar, kasihan

            Tidak satu pun akan saya lakukan

            Saya membalas saja

            Tahu dengan apa???

            Dengan menjadi sampah yang mengotori dirinya

            Lalu saya tersenyum

Sesuatu Yang Tak Terdefinisikan

May 16th, 2007 by iluphjesus

Kata orang setiap manusia punya kelima panca indera…

Kata orang,, mata digunakan untuk melihat,,

aku pun tertawa,, aku tidak dapat melihat hatinya,,

jadi semua itu bohong!

                        Kata orang,, lidah digunakan untuk mengecap rasa,,

aku pun tertawa,, aku menggunakannya untuk menjilat,,

jadi semua itu bohong!

                        Kata orang,, telinga digunakan untuk mendengar,,

aku pun tertawa,, aku tak dapat mendengar suara detak jantungnya,,

jadi semua itu bohong!

                        Kata orang,, hidung digunakan untuk penciuman bau,,

aku pun tertawa,, aku menggunakannya untuk menghirup udara segar,,

jadi semua itu bohong!

                        Kata orang,, kulit digunakan untuk meraba,,

aku pun tertawa,, aku tak dapat meraba hidupnya,,

jadi semua itu bohong!

Pantaskah aku mendengarkan ”kata orang”,, jika membuat kenyataan berbohong pada pikiran dan pikiran berbohong pada hati.

Dufan 5/5

May 16th, 2007 by iluphjesus

            Ketika 5 buah pasang kaki melangkah,,

ketika itu pula sebuah kebersamaan tergambarkan.

Tergambarkan oleh apa?

Oleh satu pasang kepercayaan

Oleh satu pasang penghargaan

Oleh satu pasang penderitaan

Oleh satu pasang penerimaan

Oleh satu pasang kasih

            Ketika 5 buah pasang kaki berlari,,

ketika itu pula sebuah kebahagiaan tergambarkan.

Tergambarkan oleh apa?

Oleh satu pasang tawa

Oleh satu pasang tangis

Oleh satu pasang ceria

Oleh satu pasang takut

Oleh satu pasang senyum

For all my friends

Salam hangat slalu

-d’lovelygirlintheworld-

March 17th, 2007 by iluphjesus

Dapatkah kutemukan sebuah makna???

Bangku kosong di tengah keramaian

Benar-benar sebuah tempat yang patut digali kebenarannya,

Baru saja kutempatkan diriku di atas bangku kosong,,

pengemis tua dengan senyum liar menyentuh kakiku,

tangan kisutnya menyentuh dengan hawa yang berteriak,

“dapatkah kau bisa lebih tertawa hebat seperti tawaku saat ini?”

Teriakan seorang anak kecil saja

dapat menyentuh permukaan seorang ibu

tapi dapatkah teriakanku menyentuh permukaan manusia-manusia lain selain diriku?

Mengemiskah aku pada sebuah harapan???

Pengemiskah aku???

Satu persatu kuhitung jari tangan kananku,

Lalu kuhitung jari tangan kiriku,,

Tidakkah aku normal dengan sepuluh jari tanganku???

Patutkah sebuah hal dibahas,,

jika kebenaran itu sudah terlihat jelas berada di imajinasi manusia…