Menyedihkan-kah saya?

Saat saya melihat pengemis tua

Di persimpangan jalan sepi

Saya bertanya pada langit

Yang tak akan pernah menjawab pertanyaan saya

“Bodoh sekali pengemis itu!

Mengapa tidak pergi ke persimpangan yang satu lagi?

Disini sedikit sekali orang berkumpul!”

Angkuh saya mengatakan tak kan dapat

Pengemis itu mendapatkan satu persen uang

Untuk dibenamkannya lewat kedua tangan

Saya menyedihkan berlutut pada tanah

Berbalut Koran bekas kritik untuk pejabat

Kaki pada pundak

Tangan pada kebenaran sepihak

Sedangkan mata pada pengemis tua

3 Responses to “Menyedihkan-kah saya?”

  1. naNa naAaaaaaaa Says:

    untuk 2 bait pertama saya masih ngerti. yg ke3, kembali lagi. saya mengerutkan dahi..

    saya juga menyedihkan nih sekarang.

  2. ALEadr Says:

    wuah2

    puitis2

  3. d H e Says:

    well..
    interesting statement.

    you’re NOT pathetic,miss vrieda..

    you’re doing wonderful job!!

Leave a Reply